← Semua artikel

1 September 2026

Menu yang Paling Laku Belum Tentu Paling Untung — Ini Cara Ceknya

Hampir semua cafe punya menu andalan — menu yang paling sering dipesan, yang bikin pelanggan balik lagi, yang jadi identitas cafe. Tapi ada satu pertanyaan yang jarang ditanya pemilik cafe: menu paling laku itu, apa juga menu paling untung?

Dua hal ini kedengarannya harus selalu sejalan, padahal seringnya nggak. Menu yang laku keras belum tentu margin-nya besar — bisa jadi harganya udah lama nggak disesuaikan sementara harga bahan baku terus naik, atau porsinya "royal" karena dulu ditentukan tanpa hitungan HPP yang jelas.

Kenapa ini penting dicek

Bayangkan dua menu di cafe kamu. Menu A dipesan 200 kali sebulan dengan untung Rp2.000 per porsi. Menu B cuma dipesan 40 kali sebulan tapi untungnya Rp15.000 per porsi. Total untung dari Menu A: Rp400.000. Total untung dari Menu B: Rp600.000. Menu yang "kelihatan" paling sukses (dipesan lebih sering) ternyata nyumbang lebih sedikit ke keuntungan cafe dibanding menu yang jarang dilirik.

Tanpa data yang jelas, cafe biasanya terus mempromosikan menu yang paling laku — padahal belum tentu itu yang paling menguntungkan buat didorong.

Cara sederhana mengelompokkan menu

Kamu nggak perlu spreadsheet rumit buat mulai. Coba kelompokkan menu jadi empat kategori berdasarkan dua hal: seberapa sering dipesan, dan seberapa besar untungnya per porsi.

Laku dan untung besar — ini menu bintang. Pertahankan kualitasnya, jangan sampai berubah, dan taruh di posisi paling menonjol di menu.

Laku tapi untung tipis — ini yang paling sering luput diperhatikan. Cek lagi HPP-nya, mungkin saatnya naikkan harga sedikit atau cari bahan baku yang lebih efisien tanpa menurunkan kualitas.

Untung besar tapi jarang dipesan — menu ini punya potensi yang belum digali. Coba promosikan lebih aktif, taruh di posisi lebih terlihat, atau rekomendasikan langsung ke pelanggan.

Jarang dipesan dan untung tipis — pertimbangkan serius apakah menu ini masih layak dipertahankan, atau justru cuma nambah kompleksitas dapur tanpa kontribusi berarti.

Mulai dari data yang sudah ada

Buat mulai analisa ini, kamu butuh dua angka per menu: berapa kali dipesan dalam sebulan, dan berapa untung bersihnya (harga jual dikurangi HPP). Kalau HPP tiap menu sudah kamu isi, dashboard analitik cafe kamu sudah bisa nunjukin angka-angka ini tanpa perlu hitung manual satu-satu.

Menu paling laku memang penting buat menarik pelanggan datang — tapi menu paling untung yang sebenarnya bikin cafe kamu bertahan. Luangkan waktu sesekali buat cek keduanya, bukan cuma salah satu.

Coba Menii gratis untuk cafe kamu

Mulai Gratis